Virus Corona Mutasi Menular? Bagaimana dengan Vaksin?

Otoritas Kesehatan Negeri Jiran, Malaysia, mengidentiifikasi terdapat strain baru virus corona yang bernama D614G. Deputy General of Health Malaysia Moor Hisham Abdullah mengatakan kalau virus baru SARS-CoV-2 sepuluh kali lebih menular kalau dibandingkan dengan yang lainnya.

Ini ditemukan di Malaysia saat seorang pria yang tengah bermain di situs judi bola yang kembali dari India dan melanggar aturan isolasi mandiri. Ia menularkan virus tersebut setidaknya pada 45 orang lain. Hasil penanganan 45 kasus memberikan petunjuk kalau setidaknya terdapat 3 sampel yang menunjukan kandungan COVID-19 yang bemutasi dan menjadi semakin parah.

Temuan ini seakan menunjukkan kemungkinan kalau vaksin yang saat ini tengah dikembangkan tidak akan efektif pada strain baru itu. Strain dari virus D416G ini juga disebut dengan mutasi ā€œGā€. Selain itu strain ini juga merupakan variasi strain Virus corona baru.

Virus Corona baru sudah bermutasi beberapa kali dan setidaknya terdapat 6 strain dari virus Corona asli yang menyebabkan pandemi ini terjadi.

Mutasi ini juga tidak hanya ditemukan di Malaysia, tetapi juga terdeteksi ada di Filipina. Genome Center Filipine di Quezon City menemukan kalau mutasi Virus itu berada jumlah kecil di positif baru.

Sedangkan pada 12 Agustus, terdapat sebuah hasil penelitian yang menunjukkan jika sejak akhir Mei, virus Corona versi mutasi yang sebelumnya ada di Eropa, kini sudah merambah ke Jepang. Sebagian besar pasien yang dikonfirmasi positif di Jepang diyakini sudah terinfeksi oleh virus karena mutasi tersebut.

Tim Genomik Bahkan mengidentifikasi terdapat 73 jenis virus corona di Odisha, India, dan telah melakukan pelacakan 1.536 sampel, termasuk dengan 752 sampel klinis. Konsekuensi dari virus mutasi ini belum jelas.

Kini strain D416G menjadi mutasi virus Corona baru yang dominan di dalam pandemi Covid-19. Strain ini ada hingga 70% pada sekitar 50000 genom virus singgah pada database mutasi SARS-CoV-2.

Pada umumnya strain D416G ini sitemukan di Amerika Serikat dan Eropa, tetapi kini kehadirannya meningkat di Asia sejak Maret 2020.

Lalu apakah virus ini sudah ditemukan di Indonesia?

Hingga saat ini belum ditemukan virus tersebut di Indonesia, tetapi belum bisa dipastikan apakah strain D416G memang tidak ada di Indonesia.

Mutasi sendiri merupakan bagian dari siklus hidup virus, tetapi jarang mengancam saat terjadi pandemi seperti sekarang. Di beberapa kasus, mutasi bisa berujung asa berkurangnya penularan dan penyebaran serta bisa membuat virus menjadi netral.

Sejauh ini virus Corona bermutasi dengan sangat lambat. Alasan utamanya adalah karena imunitas pada virus ini masih rendah pada infeksi dan belum tersedia vaksin. Tetapi belum jelas juga bagaimana dampak strain D416G pada lingkup sosial. Masih membutuhkan studi yang lebih lanjut perihal mutasi terbaru Virus Corona penyebab Covid-19 ini.

Kalau Strain membentuk strain baru lebih dari 20% mutasi genetik, maka besar kemungkinannya vaksin yang dibuat kini tidak efektif. Namun, bisa juga kalau mutasi ini tidak akan mengurangi kemanjuran obat atau vaksin.

Selain itu terdapat sebuah studi yang menyatakan kalau ada mutasi Virus Corona yang membuat virus SARS-CoV-2 menjadi lebih mudah untuk dinetralisasi. Terdapat indikasi yang menyebutkan kalau mutasi ini bahkan bisa membuat virus menjadi lebih jinak dan efek menimbulkan penyakit menjadi lebih rendah.

Semoga pengembangan vaksin yang tengah dilakukan saat ini tetap bisa berguna agar kita dapat kembali seperti sedia kala.

PSBB Transisi, Jakarta Masih Pimpin Kasus Covid-19.

Jakarta saat ini masih menjadi daerah dengan penambahan kasus positif covid-19 tertinggi di Indonesia. Bahkan jika secara kumulatif, Jakarta tetap menjadi pemimpinnya. Jumlah kumulatif sempat didominasi oleh Jawa Timur sejak 26 Juni 2020, ketika itu total kasus positif di Jawa Timur berjumlah 10.901 orang dan Jakarta pada urutan kedua, yaitu 10.796 kasus positif.

Tetapi sejak 7 Agustus 2020, angka kumulatif dari kasus covid-19 kembali menyalip kasus di Jawa Timut. Jumlahnya mencapai 24.601 dan selama dua hari berturut Jakarta terus mengukir rekor penambahan kasus baru positif.

Penambahan kasus positif ini terjadi karena saat ini Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengaku sedang gencar melakukan pemeriksaan spesimen dan pelacakan kontak. Mereka menerapkan strategi yang sama dengan pemerintah tingkat pusat. Begitu terdapat kasus positif yang dilaporkan oleh pihak rumah sakit, maka akan langsung diadakan pemeriksaan kepada masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya. Kalau pemerikasaan di Jawa Timur diperbanyak, kemungkinan juga peningkatan kasus positif akan terjadi.  

Pihak Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, menyayangkan PSBB yang sedang dilakukan di Jakarta saat ini yang tampaknya tidak memiliki kebijakan pasti yang diterapkan. Karena ada pembatasan dan juga pelonggaran sosial di dalam waktu sama. Diharapkan kalau kualitas dari PSBB bisa menjadi lebih baik nantinya.

Tetapi menurut Tri, tidak selalu harus melakukan PSBB di skala yang besar. Bisa juga dengan menggunakan leve yang kecil agar kontrol serta pengawasan menjadi lebih maksimal. Selain itu PSBB dianggap sudah gagal menekan penularan birus corona, karena pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dinilai lemah.

Dibuktikan dengan banyaknya klaster penularan covid-19 pada sektor yang kembali dibuka di masa PSBB transisi, seperti perkantora dan transportasi massal. Pengawasan protokol kesehatan pada sektor tersebut dirasa belum maksimal.

Selain itu kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dengan menggunakan sistem ganjil genap malah memunculkan klaster baru pada transportasi publik. Seperti belum lama ini yang di mana ganjil genap kembali diberlakukan, membuat sejumlah stasiun semakin ramai akan pengguna.

Seharusya pemerintah dapat lebih meningkatkan pengawasan dan evaluasi mengenai penerapan aturan untuk bisa memutus penyebaran virus corona pada semua sektor. Tetapi kita juga harus apresiasi usaha Pemprov DKI Jakarta yang menutup perkantoran yang terpapar covid-19.

Ada yang mengatakan kalau upaya pemerintah di dalam pelonggalan PSBB untuk bisa kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat mengenai  pentingnya penerapan protokol kesehatan di pencegahan covid-19.

Jangan salahkan masyarakat kalangan bawah, karena bahkan kalangan atas yang seharusnya bisa lebih memahami keadaan, malah mereka terkadang tidak terlalu ketat dalam menjalankan protokol kesehatannya. Seperti menaiki sepeda ramai ā€“ ramai, mengobrol tanpa masker, dan saat ini semakin sering kita melihat orang yang dengan santainya berjalan tanpa menggunakan masker.

Sebenarnya regulasi yang dilakukan oleh pemerintah sudah baik untuk bisa menekankan angka penyebaran virus corona, tetapi implementasinya dirasa belumlah maksimal. Selain itu pendekatan secara hukum seharusnya bisa lebih dikedepankan untuk mendisiplinkan masyarakat agar bisa semakin mengedepankan protokol kesehatan.

Pendekatan hukum jika tidak diikuti dengan peningkatan kesadaran hanya akan membuat masyrakat kejar ā€“ kejaran dengan para petugas. Mereka hanya akan menerapkannya ketika sedang ada petugas, tetapi saat petugas tidak ada, mereka akan kembali tidak menerapkannya. Sebabnya, penting untuk bisa meningkatkan kesadaran masyarakat.

Nah dalam menghabiskan waktu dalam PSBB dan PPKM yang masih diberlakukan oleh pemerintah pusat dan DKI Jakarta, maka kamu bisa sambil memainkan permainan Slot Online secara gratis di situs https://www.woodfordschools.org/ dan terlebih lagi kamu bisa menjual chipnya untuk mendapatkan uang lho.