Pada Jum’at lalu, tepatnya di tanggal 21 Agustus 2020, akhirnya tersangka yang terlibat pada pembunuhan ini berhasil tertangkap. Ada 12 orang yang menjadi tersangka pada kasus ini.

Siapa yang menyangka kalau kasus ini terungkap karena terdapat salah satu tersangka yang berpura-pura kesurupan. Yang berpura-pura kesurupan tersebut merupakan pelaku utama dari kasus ini.

Orang tersebut adalah NL, seorang karyawati dari korban, Sugianto. Ini dikatakan oleh Kasar Reskrim Polres Metreo Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Pada kasus ini NL ditetapkan sebagai otak dari pembunuhan yang terjadi di Ruko Royal Gading Square. Selama proses penyelidikan, NL melakukan pura-pura kesurupan selama 2 kali. Ia berpura-pura kesurupan pertama kali pada saat ia dimintai keterangan perihal pembunuhan ini beberapa hari sebelumnya. Ketika itu ia berpura-pura sedang dimasuki arwah Sugianto.

Saat berpura-pura itu dua menyebutkan kalau pembunuhan ini karena adanya persaingan bisnis. Polisi mengatakan saat pemeriksaan ia mengarahkan pada satu motif, persaingan bisnis.

“Jadi kesurupan arwah korban dan menyampaikan bahwa ini adalah pelakunya adalah masalah persaingan bisnis,” Kata Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Setelah itu, NL kembali melakukan aksi pura-pura kesurupan saat dia menghadiri pemakaman korban, Sugianto, di hari Minggu 16 Agustus 2020 lalu. Wirdhanto mengatakan kalau NL juga menyebutkan perihal motif pembunuhan ini, yaitu motif persaingan bisnis. Ia mengulangi lagi hal tersebut sambil berpura-pura kesurupan.

Karena gelagat aneh yang dilakukan oleh NL ini, akhirnya polisi melakukan tindak lanjut pada NL. Selain itu, polisi curiga karena setiap dilakukan pemeriksaan, NL selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah. Tentunya ini sangat menimbulkan banyak kecurigaan.

Akhirnya polisi memutuskan untuk melibatkan ahli poligraf untuk bisa melakukan uji kebohongan pada NL. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah NL memang benar-benar berbohong atau tidak.

Setelah dilakukan tes poligraf, ternyata terbukti kalau NL mengatakan hal yang berbohong. Ini berdasarkan dengan deception dari hasil ahli poligraf. Karena hasil ini, akhirnya polisi melakukan lanjutan pemeriksaan pada NL.

Setelah ditindaklanjuti, akhirnya NL mengakui perbuatannya. Ia mengaku menjadi otak terhadap pembunuhan yang dilakukan pada Sugianto. NL mengatakan kalau ia geram dengan perilaku Sugianto yang kerap kali melakukan pelecehan verbal kepada dirinya dan suka meminta berhubungan badan. Itu membuat NL merencanakan pembunuhan kepada atasannya tersebut.

Namun, polisi masih terus mencari motif lain dari pembunuhan ini selain motif sakit hati. Selain itu, polisi juga mendapat alat bukti kepada terkait dugaan kalau NL melakukan penggelapan pajak. Bukti permasalahan pajak ini semakin diperkuat dengan pengakuan para karyawan yang mengatakan kalau NL merupakan satu-satunya orang yang mengurus masalah perpajakan di perusahaan korban.

Selain NL, terdapat 11 tersangka lain yang juga menjadi tersangka pada kasus ini, yaitu R atau MM (suami sirih dari NL), DM (pelaku penembakan), dan tersangka lain SY, S, MR ,AJ, DW, R, RS, TH, dan SP.

Mereka ditangkap di tempat berbeda, 8 orang tertangkap di Lampung, 1 orang di Cibubur, dan 2 orang lainnya di Surabaya.

Sebelumnya, terjadi penembakan misterius dengan korban Sugianto (51), seorang pemilik bisnis pelayaran. Ia ditembak ketika hendak pulang ke rumah untuk makan siang, karena itu merupakan kebiasaannya untuk makan di rumah.

Kini Sugianto sudah dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.