73 orang tewas, 3.700 terluka, karena dua ledakan besar yang mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon. Ledakan ini berlokasi di kawasan pelabuhan dan menebarkan kepanikan bagi warganya. Kepulan asap berwarna oranye tampak setelah ledakan terjadi.

Perdana Menteri Hassan Diab, menyatakan kalau ledakan itu terjadi karena ada pupuk pertanian sebanyak 2.750 ton yang sudah disimpan selama bertahun – tahun dalam gudang tepi laut.

Sebelumnya, Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim mengatakan kalau pihaknya sedang mengamankan material berdaya ledak tinggi beberapa tahun sebelumnya. Material ini disimpan pada gudang yang lokasinya dekat dengan distrik hiburan malam dan pusat perbelanjaan.

Ledakan yang terjadi bahkan bisa terdengar sampai ke negara tetangga, seperti di Siprus yang jauhnya hingga 240 km. Seorang prajurit mengatakan keadaan sangat kacau dan banyak bergelimpangan. Ambulans terus melakukan evakuasi.

Insiden itu belum pernah dirasakan warga sekitar sebelumnya, itu yang diungkapkan oleh Makrouhie Yerganian, yang sudah tinggal bertahun – tahun di dekat pelabuhan. Bahkan saat Lebanon diguncang perang saudara di tahun 1975 – 1990, ini lebih dirasa parah.

Semua bangunan yang berada di sekitar tempat tinggal Yergian langsung kolaps, dan pamannya yang berusia 91 tahun tewas karena luka. Rumah sakit juga sudah kewalahan menangani pasien virus corona, mereka tidak bisa berkutik saat masuk para korban luka.

Warga juga menuturkan kalau saking hebatnya peristiwa yang terjadi membuat mereka yang berada di sekitar tempat kejadian sampai terhempas kebelakang. Kemudian seorang perempuan yang berada di sekitar pusat kota mengatakan kalau insiden itu seperti gempa bumi dan bisa dikatakan guncangannya lebih besar dari pada pembunuhan PM Rafiq Hariri di tahun 2005.

Palang merah di Lebanon kini tengah menyerukan adanya donasi darah untuk para korban luka. Selain itu dewan keamanan nasional menyatakan kalau Beirut merupakan zona bencana dan menyerukan pada negara sekutu untuk bisa bersedia membantu mereka.

Video ledakan yang terjadi juga sudah tersebar ke media sosial. Menunjukkan betapa mengerikannya ledakan yang terjadi di Lebanon tersebut. Bahkan ledakannya bisa membuat orang – orang terpental karena kedahsyatannya. Di awali dengan asap yang mengepul, lalu kemudian ledakan terjadi. Banyak yang mengatakan ledakan tersebut seperti jamur, seperti bom nuklir yang melanda  Hiroshima dan Nagasaki di tahun 2965.

Belasungkawa langsung disampaikan oleh seluruh dunia pada Lebanon, bahkan musuh besar mereka, Israel, turut memberikan bantuan. Banyak negara – negara lain juga mulai mengirimkan bantuan mereka untuk Lebanon. Tentunya ini diharapkan bisa membantu kondisi mereka.

Dalam kejadian ini seorang warga Indonesia mengalami luka ringan karena ledakan tersebut. WNI tersebut menghubungi KBRI dan dalam kondisi yang stabil serta bisa berkomunikasi dengan baik. KBRI Beirut akan terus melakukan pendampingan sampai WNI tersebut bisa pulih.

Selain itu Duta Besar RI untuk Libya Hajriyanto Thohari, mengatakan kalau WNI itu kini sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Berdasarkan pengecekan terakhir, seluruh WNI ada dalam kondisi yang aman dan selamat.

Ia menambahkan kalau KBRI Beirut sudah menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp dan menghimbau WNI untuk melapor jika berada di situasi yang tidak aman.

Selain itu KBRI sudah melakukan komunikasi pada pihak kepolisian dan meminta untuk melaporkan kalau ada update mengenai WNI dan sepakat akan menyampaikan informasi tersebut ke KBRI.

Mari kita doakan bersama agar keadaan segera membaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.